Burung, Gudang, dan Temple || Teori Merah Putih: One for All
-- Burung, Gudang, dan Temple --
Gambar 0.1 - Poster film "Merah Putih: One for All", menit 1:28 ; Courtesy of Perfiki Kreasindo
--[Kata Pengantar]--
Kamu dipilih menjadi tim yang bertanggung jawab atas bendera yang akan dipakai untuk upacara 17-an tahun ini. Benderanya hilang. Apa hal paling logis yang akan kamu lakukan?
...
--[Intro]--
Hai! Selamat datang di post pertama vano-makes-theories. Bisa ditebak lah ya blog ini tentang apa. Hari ini, saya akan membahas teori saya tentang film yang akan tayang di bioskop tanggal 14 Agustus untuk merayakan Kemerdekaan RI ke-80, "Merah Putih: One for All".
Kalau kamu belum nonton trailernya, ini aku kasih link: https://youtu.be/6jdG2WQEgyI?si=SqE8WoVC5tGQLF7h
Saya bukan tipe orang yang akan menceritakan ulang sebuah video, jadi harap ditonton untuk konteks. :D
Siap-siap ya, karena pembahasan ini akan sangat bizarre dan mungkin gak masuk akal!
--[Part I: Burung bersuara Monyet]--
Gambar 1.1 - Trailer "Merah Putih: One for All", menit 1:28 ; Courtesy of Perfiki Kreasindo Okay.. jadi, di menit 1:28 ada seekor burung, yang kelihatannya sedang dikurung. Mari kita main logika, ada scene burung, seharusnya sound effectnya apa? Tentu saja suara burung. Anehnya, di adegan ini, burung tersebut alih-alih berkicau dengan merdunya, ia malah dikasih sound effect suara monyet (XD). Tapi, itulah yang akan kita bahas di Part 1 ini, yaitu mengapa burung ini dapat u u a a seperti monyet.
Teori saya adalah, itu bukan kesalahan editing. Melainkan, in-universe, dalam lore-nya, burung tersebut adalah burung ajaib mythical mistis apalah gitu. Intinya, ini adalah burung yang sangat special dan unik. Buktinya adalah:
> Burung itu dapat meniru suara yang normalnya tidak bisa. (Aku tahu burung beo bisa niru suara, but just hear me out)
> Dapat menjadi alasan mengapa burung itu ditangkap oleh si grup "villain" dan mengapa si grup villainnya pengen banget burung itu balik. Kan katanya "Jika kalian ingin benderanya kembali, kembalikan burung itu" or sumthing idk
> Alasan ketiga akan berhubungan dengan Part III, jadi sabar ya :D
--[Part II: Gudang Senjata]--
Gambar 2.1 - Trailer "Merah Putih: One for All", menit 0:38 ; Courtesy of Perfiki Kreasindo Masih inget dengan gudang di menit 0:38? Yah, kalo kamu pernah lihat video pembahasan soal trailer film ini, pasti tahu lah kalo gudang ini (di proses produksi film) aslinya gudang senjata, tapi di remodel jadi gudang biasa. Makanya ada 2 senapan yang nongkrong di background, soalnya lupa di-delete. Nah, tapi kalo kita lihat di sisi LORE-nya, dalam teori saya, ini memang aslinya gudang senjata. Tetapi pertanyaan baru muncul, kenapa ada gudang senjata segede, seluas, se-senjata itu?
Alasanku yang kurang masuk akal, tapi hear me out dulu, adalah dulu.. mungkin dulu banget, atau baru, ada perang. Desa mereka kalah, dan (mungkin) persediaan senjata mereka dirampas, makanya tinggal sisa 2 yang ketinggalan. Tetapi, apa yang mereka perangi? Itu akan dibahas lebih lanjut di Part III. Part II minim bukti, karena konsepnya juga sangat absurd. Walaupun begitu, Part II ini bisa menjadi 'penyambung' antara Part I dan Part II. Nah, setelah bahas soal gudang yang misterius dan bizarre itu, mari kita lihat tempat paling mistis dan.. 'unik' di trailernya...
--[Part III: Temple..]--
Siap-siap dulu, karena ini akan aneh banget. Di menit ke 1:44, para main character dan geng villain sedang berkumpul di sebuah 'tempat'. Tetapi, tempat apakah itu? Kelihatannya seperti sebuah kuil atau temple, ya pemirsa. Dan, dalam teori saya, itu adalah sebuah temple sakral tempat burung mistis tadi tinggal. Adanya kuil ini menambahkan bukti untuk Part I, yaitu burung itu adalah burung mistis apalah. Adanya 'ular besar' di menit 1:21 juga menambahkan kesan 'mistis', karena di beberapa kebudayaan, ada mitos tentang ular besar. Saya bingung cara delivery-nya, jadi mari kita langsung kaitkan ketiga Part tadi. (Oh great, we're doing the-) Pada zaman dahulu kala, ada burung mistis yang menjaga dan mendiami sebuah kuil. Bertahun-tahun kemudian, sekelompok orang datang untuk alasan corporate, mungkin burungnya mau diculik atau mereka mau mengambil 'kekuatan/aura mistis' dari temple-nya. Perang pun terpecah. Desa yang kebetulan berdekatan dengan temple itu pun mencoba untuk melindungi temple dan si burung dengan cara perjuangan fisik. Para 'intruder' menang, pihak desa pun kalah. Mereka merampas persediaan senjata desa, sehingga gudangnya kosong (sisa 2 senapan). Burung mistis pun berhasil diculik oleh mereka. Kemudian, 16 Agustus 2025, latar waktu One for All, delapan anak dipilih untuk menjadi 'Tim Merdeka'. Bendera hilang, and all that stuff. Anak-anak itupun menemukan burung, yang kemudian dilepas dari kandangnya. Grup villain marah, dan menyandera 'Bendera Pusaka' demi kembalinya si burung itu.
Everything is explained.
(gak juga sih-)
--[Outro]--
Mohon maaf bila ada kesalahan kata-kata... soalnya saya 'speedrun' ngetik blog teori ini.. sebelum filmnya tayang. Harusnya aku post dulu-dulu sih ^^" Tapi baru bisa kemarin (13 Agus '25). Jadi, mohon maaf bila kesannya terburu-buru, karena memang begitu. Saya Vano 7A, dan ingat! Itu adalah teori.. TEORI FILM!
(parody outro Film Theory ; courtesy of MatPat)
Yah, soal burung tadi aneh sih. Tapi, gimana kalo ternyata temple-nya itu ternyata 'source' dari semua kemistisan ini? Mungkin si ular besar menit 1:21 juga salah satu 'hewan penjaga' temple. Bisa aja sih. Oh, jangan-jangan yang disuruh nyari bendera harus anak-anak biar gak kena kutukan burung dan ular mistis?! Ah, semakin dibahas, semakin.. bizarre.
--==[SPACE]==--
Credits:
"Merah Putih: One for All" - Sonny Pudjisasono & Endiarto (Produser Eksekutif & Sutradara) ; Toto Soegirwo (Produser) ; Perfiki Kreasindo (Rumah Produksi)
[Sumber: Wikipedia dan IDN Times]
"Film Theory" - Matthew "MatPat" Patrick (pencipta, mantan host) ; Lee "Furst" (Direktur Kreatif, host saat ini)
[Sumber: The Theorists Wiki]
Imaged are courtesy of Perfiki Kreasindo and the Merah Putih: One for All *team*




Atanstnstagmdykdgjzx
ReplyDelete